Borobudur Writers and Cultural Festival

PEMBICARA 2015

Ahmad Arif

Wartawan Kompas sejak 2003-sekarang. Dia manyelesaikan kuliah di Teknik Aristektur Universitas Gadjah Mada pada 2001, melanjutkan Magister Sosiologi, Universitas Indonesia (2014). Liputan Ekspedisi Cincin Api di harian Kompas mengenai berkah dan ancaman gunung-gunung api, zona patahan gempa, dan pantai-pantai yang pernah dilanda tsunami ini mendapat penghargaan emas untuk kategori cross media editorial coverage dari Asosiasi Surat Kabar dan Penerbitan Berita Dunia (WAN-IFRA), di Kuala Lumpur (2012). Arif juga menulis beberapa buku, di antaranya Seri Ekspedisi Cincin Api: Toba Mengubah Dunia. (PBK-2014), Hidup-Mati di Negeri Cincin Api (PBK-2013), Menapak Tiang Langit (KPG-2012), Pucuk Es di Ujung Dunia (KPG-2011).

 

Danny Hilman Natawidjaja, Ph.D,

Geolog LIPI yang dikenal sebagai ahli gempa bumi dan mitigasi bencana alam. Gelar Ph.D diperoleh dari California Institute of Technology (Caltech) pada 2003. Dia menerima penghargaan Sarwono Prawirohardjo Award tahun 2005, penghargaan tertinggi LIPI untuk prestasi dalam dunia ilmiah dan kontribusi besar dalam diseminasi ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat. Pada 2015 dia terseleksi dalam 10 besar ranking ilmuwan Indonesia berdasarkan survey “Google scholar citations” yang dilakukan Project ACUMEN of European Commission 7th Framework Programme, Capacities, Science in Society. Pada Oktober 2015, dia menerima IAGI Award untuk prestasinya atas kontinuitas kontribusinya dalam aplikasi ilmu geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Sejak 2011, dia memimpin tim peneliti arkeo-geologi dan geofisika di Gunung Padang yang dilakukan oleh Tim Terpadu Riset mandiri. Dia Wakil Ketua Tim Komite Penelitian Cagar Budaya Situs Gunung Padang yang dibentuk oleh Keputusan Gubernur Jawa Barat pada Desember 2013. Pada Agustus 2014 dia menjadi Wakil Ketua Tim Nasional untuk Penelitian, Pengelolaan dan Pelestarian Gunung Padang bidang geologi yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Drs. I Made Geria, M.Si

Lahir di Badung pada 1 January 1962. Pendidikan terakhirnya ia raih di Universitas Udayana. Kini beliau sebagai kepala pada Pusat Arkeologi Nasional.Beliau juga bergabung dalam Asosiasi Arkelogi Indonesia dan Asosiasi Kuater Indonesia.Riset yang pernah dilakukannya, antara lain di Situs Tambora, Desa Megalitik di Flores dan Sumba. Buku yang diterbitkan Menyingkap Misteri Terkuburnya Peradaban Tambora (2012).

 

 

Dr. Indyo Pratomo

Lahir di Magelang pada 23 Oktober 1953. Kini beliau sebagai peneliti Geologi-Volkanologi, Badan Geologi, Bandung, dibawah Kementerian ESDM. Pendidikan doktoralnya ia peroleh di Univ. Blaise Pascal, Clermont-Fd. FRANCE; Docteur Volcanologie pada Januari 1993. Penelitian yang beliau lakukan, antara lain: Klasifikasi Gunungapi Aktif Indonesia. Karakteristik Kaldera Resen – Aktif di Indonesia (Toba, Rinjani/Samalas, Tambora), Geodinamika Pulau Samosir, Kaldera Toba, dan Arkeo-Volkanologi di Indonesia.

 

 

Drs Lutfi Yondri, M.Hum

Lahir Bukittinggi pada 21 Mei 1965. Sekarang beliau aktif sebagai arkeolog peneliti di Balai Arkeologi Bandung dan Tenaga Ahli Cagar Budaya Propinsi Jawa Barat. Beliau aktif di Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Komda Jabar-Banten, Asosiasi Prehistorisi Indonesia, Asosiasi Museum Daerah Jawa Barat, dan Masyarakat Cagar Budaya Indonesia. Kini ia tengah menyelesaikan Program Doktoral Kajian Budaya - FIB Unpad.

 

Prof. Dr. Ayu Sutarto, M.A.,

Lahir di Pacitan pada tanggal 21 September 1949, adalah dosen Fakultas Sastra Universitas Jember. SD, SMP, dan SMA Negeri diselesaikan di kota kelahirannya. Tahun 1993 memperoleh beasiswa ILDEP untuk belajar dan riset di Universitas Leiden, Belanda, sambil mengajar bahasa Jawa di Universitas tersebut. Tahun 1997 berhasil menyelesaikan Program Doktornya di Universitas Indonesia, Jakarta, dengan predikat cum laude. Pada tahun ini pula hasil penelitiannya tentang orang Tengger menyabet Juara Pertama Pemilihan Naskah Bidang Humaniora 1997 yang diselenggarakan oleh PT. Balai Pustaka Jakarta. Karya-karya tulisnya yang telah diterbitkan, antara lain, The Legends of Madura (1985), Queen Kilisuci, the Story of Reog (1986), Memperkaya Kosa Kata Bahasa Inggris Bisnis (Sebuah Adaptasi dari Build Your Business Vocabulary by John Flower) (1994), Efektif dan Efisien dalam Rapat Berbahasa Inggris (Sebuah Adaptasi dari Language of Meeting by Malcolm Goodale) (1995), Legenda Kasada dan Karo Orang Tengger Lumajang (1997), Di Balik Mitos Gunung Bromo (2001), Menjinakkan Globalisasi (2002), Menguak Pergumulan antara Seni, Politik, Islam, dan Indonesia (2004), Pendekatan Kebudayaan dalam Pembangunan Provinsi Jawa Timur (2004), Menjadi NU Menjadi Indonesia (2006), Saya Orang Tengger Saya Punya Agama (2007), Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-nilai Positif (editor) (2008), Kamus Budaya dan Religi Tengger (2008), Mulut Bersambut: Sastra Lisan dan Folklor Lisan sebagai Instrumen Politik pada Era Soekarno dan Soeharto (2009), Kamus Budaya dan Religi Using (2010), dan Indonesia di Mata Seorang Kiai NU (2010). Ia bergiat di berbagai organisasi profesi dan LSM. Tugas-tugas ke luar negeri yang pernah diemban, antara lain, delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000), delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN COCI Experts Meeting on Perspective in Southeast Asian Humanities, di Manila, Philippines (2001), delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera dan Seminar Antarabangsa Kesusastraan Asia Tenggara di Kuala Lumpur, Malaysia (2001, 2007, dan 2009), delegasi Indonesia dalam Preparatory Meeting the ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN di Manila, Philippines (2007), delegasi Indonesia dalam Sidang ke-13 dan Seminar Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera) di Jakarta (2008), delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008), delegasi Indonesia dalam Sidang Mastera ke-14 di Brunei Darussalam (2008), dan banyak lagi. Pada tahun 2013 menerima Anugrah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ia juga aktif sebagai pembicara seminar baik di dalam maupun di luar negeri, dan mengelola Rumah Belajar dan Rumah Bermain “Untukmu Si Kecil”, Pinggir Kali Bedadung. Rumah Belajar dan Rumah Bermain ini memberi les gratis kepada anak-anak orang kecil, yang punya pendidikan kecil, rezeki kecil, tetapi mempunyai cita-cita yang besar.

 

Prof. Ris. Dr. Ir. Sutikno Bronto

Lahir di Purworejo pada 24 Januari 1953. Fokus penelitiannya pada geologi gunung api di Peneliti di Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM, Bandung. Pendidikan doktornya ia peroleh di New Zealand pada 1986-1989. Pada 6 Desember 2010 ia dikukuhkan sebagai Profesor Riset Bidang Vulkanologi. Ia aktif di IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dan IAVCEI (International Association on Volcanology and Chemistry of Earth’s Interior). Buku yang telah terbit Geologi Gunung Api Purba (2013, cet. ke-2) dan Pengembangan dan Terapan Geologi Gunung Api (sedang dalam proses cetak).

 

Hadi Sidomulyo (nama asli Nigel Bullough)

Lahir di London, Inggris, pada 29 Desember 1951. Beliau merupakan penulis sejarah dan konsultan di bidang konservasi budaya. Pelbagai pekerjaan terkait keahliannya ia pernah menjadi konsultan pariwisata budaya di Kanwil Parpostel DIY, Dinas Pariwisata Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Yayasan Promosi Pariwisata Jawa Timur, Yayasan Nandiswara (Jakarta), dan Anggota Tim Ekspedisi Penanggungan Universitas Surabaya (Ubaya). Buku-bukunya, antara lain Bali: An Adventure in Cultural Ecology (1972), Ikat : Traditional Textiles from Nusa Tenggara (1976), Woven Treasures from Insular South East Asia (1981), Rivers of Gold, Mountains of Fire (1989), Discovering East Java (1990), East Java : Land of Ancient Mysteries (1991), Wali Songo Pilgrimage (1992), Memories of Majapahit (1994), Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapañca (2007), Mengenal Situs Purbakala di Gunung Penanggungan (2013).