Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 November 1950. Mengenyam pendidikan SLTA dan akademi bahasa asing meskipun tak tuntas. Menjadi penulis sejak SMP kelas tiga (1966) dan karya-karyanya baik fiksi maupun nonfiksi menyebar di berbagai surat kabar baik daerah atau pun nasional, seperti di Buana Minggu, Sinar Harapan, atau di beberapa majalah terbitan Jakarta. Pernah menjadi penulis untuk Suara Merdeka (Semarang) atau Surabaya Post (Surabaya), dan berbagai media cetak di Jawa Barat.
Sesudah pensiun sebagai pekerja jurnalis di lingkungan Surat Kabar Pikiran Rakyat Group, Aan memilih bekerja sebagai penulis novel dengan latar belakang masa lalu Jawa Barat. Novel berbahasa Indonesia yang sempat terbit adalah Trilogi Senja Jatuh di Pajajaran (Penerbit Tiga Serangkai, Solo), Perang Bubat (Penerbit Qanita/Mizan (Bandung), dan Putri Kandita (Penerbit Edelwiess-Jakarta). Dan jauh lebih banyak lagi novel-novel bernuansa masa lalu Jawa Barat yang ditulis dalam bahasa Sunda, sebab Aan kini telah menjadi penerbit bagi buku-bukunya sendiri. Buku-buku Aan yang bernuansa masa lalu, oleh sementara pengamat tidak diberi “cap” sebagai karya fiksi sejarah, karena dalam menulis fiksi masa lalu, Aan tidak terlalu mengggunakan rujukan sejarah dari sumber-sumber resmi yang sudah diakui umum. Novel Perang Bubat yang dibuat oleh Aan misalnya, dianggap sementara pengamat sebagai pengingkaran terhadap sejarah resmi yang sudah diakui orang banyak.
Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, S.U., lahir di Jember pada 13 November 1946. Saat ini pengajar di Fak Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Anggota Komnas HAM RI Periode 2007-2012. Pernah kuliah di FIP UNEJ, Tarbiyah IAIN Jember dan IAIN Metro Lampung, dan Fak Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Fak Hukum Ekstensi UNILA Lampung, lulus S1 Filsafat UGM dan melanjutkan S2 dan S3 Sisiologi UGM. Mengikuti Postdoctoral Research di McGill University Montreal Canada 2003-2004 , dan Visiting Research Fellow pada Institute of Defence and Strategic Studies Nanyang Technological University Singapore 2006. Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2000-2005. Buku-bukunya antara lain: Misteri Kematian Syekh Siti Jenar, Mizan, Bandung. 2007, Syekh Siti Jenar; Pergumulan Islam-Jawa, cet ke 19, Bentang, Yogyakarta; Sufi Pinggiran; Menembus Batas-Batas, cet kedua, Impulse-Kanisius, Yogyakarta; Guru Sejati Siti Jenar Guru Sejati; Pemimpin Dalam Makrifat Jawa, Metro Epistema, Yogyakarta.
Agus Widiatmoko, SS, MM, lahir 29 Juli 1968. Ketua Tim Penelitian dan Pelestarian Kawasan Percandian Muarajambi tahun 2000 sampai sekarang. Beberapa hasil penelitian dan pelestariannya adalah Studi Teknis Candi Sialang, Kawasan Percandian Muarajambi, Ekskavasi Menapo – menapo Percandian Muarajambi (berkelanjutan sampai saat ini), Studi Teknis Arkeologis Candi Koto Mahligai Kawasan Percandian Muarajambi, Studi Teknis Arkeologis Candi Teluk I dan II Kawasan Percandian Muarajambi, Inventarisasi Benda Cagar Budaya Kawasan Percandian dan Muarajambi (berkelanjutan sampai saat ini). Kini Agus Widiatmoko sebagai Kepala Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi di Balai pelestarian Cagar Budaya Jambi.
Achmad Chodjim, lahir di Surabaya, 27 Februari 1953. ia menempuh pendidikan di IPB dan Prasetiya Mulya Business School. Buku-buku spiritual dan tafsir Alquran yang telah ditulisnya, antara lain: Syekh Siti Jenar I dan II; Mistik dan makrifat Sunan Kalijaga; Surah Alfatihah; Surah Alfalaq; Annas; Al-Ikhlas; dan Yasin; Membangun Surga; Rahasia Sepuluh Malam; Meaningful Life. Selain menulis ia juga mengasuh Program Wake-up Call Rabu di Radio KIS FM, 2006 – sekarang; Program Kuliah Subuh Selasa di Radio Lite FM, 2008 – sekarang; Mengajar: Islam dan Spiritualitas di berbagai majlis pengajian di Jabodetabek.
Prof. Dr. Agus Aris Munandar, lahir di Indramayu kota kabupaten di utara Jawa Barat pada tanggal 13 Juli 1959, Sekolah Dasar, SMP Negeri I , dan SMA Negeri di Indramayu, lulus SMA tahun 1978, melanjutkan ke Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta; namun hanya kuliah 1 tahun saja, dalam tahun 1979 mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI). Setelah kuliah 1 tahun di Jurusan Sejarah FSUI, lalu pindah jurusan Arkeologi hingga lulus tahun 1984, menjadi Sarjana Sastra Universitas Indonesia bidang Arkeologi Indonesia. Judul Skripsi “Beberapa Data Historis dari Prasasti Mula-Malurung“, prasasti itu berasal dari zaman Kerajaan Singhasari (abad ke-13 M), dalam masa pemerintahan raja Krtanagara. Tahun 1990 lulus pendidikan S2 pada Program Studi Arkeologi, Fakultas Pascasarjana Universitas dengan judul Tesis “Aktivitas Keagamaan di Gunung Penanggungan: Gunung Suci di Jawa Timur dalam Abad ke-14-15 M)”.
Tahun 1999 lulus pendidikan S3 pada program Studi Arkeologi, Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dengan judicium cum claude. Disertasi yang disusun berjudul “Pelebahan: Upaya Pemberian Makna pada Puri-puri Balai Abad ke-14-19 M”. Karyanya yang berkenaan dengan Majapahit, antara lain: Gajah Mada, Biografi Politik (2010), Ibukota Majapahit, Masa Jaya dan Pencapaian (2008).
Drs. K.Ng. Agus Sunyoto, M.Pd., lahir di Surabaya, 21 Agustus 1959. Suami dari Nurbaidah dan ayah dari tiga putra ini bukan orang baru di dunia sastra dan sejarah. Ketertarikannya terhadap dua bidang ini semakin terasah semenjak dirinya bekerja sebagai wartawan harian Jawa Pos kemudian terjun ranah penelitian semenjak tahun 1989 hingga sekarang. Banyak cerpen maupun cerbung karyanya yang telah dimuat pada harian Jawa Pos dan lainnya, termasuk yang kini berada di tangan pembaca sekalian. Sejumlah cerbung miliknya ada pula yang telah dicetak menjadi buku, antara lain, Dajjal (LKiS, 2006), Rahwana Tattwa (LKiS, 2006), Suluk Abdul Jalil: Perjalanan Ruhani Syekh Siti Jenar (LKiS, 2003), Sang Pembaharu: Perjuangan dan Ajaran Syekh Siti Jenar (LKiS, dan 2004), Suluk Maulana Sungsang:Konflik dan Penyimpangan Ajaran Syekh Siti Jenar (LKiS, 2005), Atlas Wali Songo (Pustaka Iiman dan Transpustaka, 2012)
Arswendo Atmowiloto, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948, adalah penulis dan wartawan Indonesia yang pernah aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti Hai dan KOMPAS. Ia sudah belasan kali pula memenangi sayembara penulisan, memenangkan sedikitnya dua kali Hadiah Buku Nasional, dan mendapatkan beberapa penghargaan baik tingkat nasional maupun tingkat ASEAN. Tahun 1979 ia mengikuti program penulisan kreatif di University of Iowa, Iowa City, USA. Dalam karier jurnalistik, ia sempat memimpin tabloid Monitor, sebelum terpaksa menghuni penjara (1990) selama lima tahun. Mempunyai nama asli Sarwendo. Nama itu diubahnya menjadi Arswendo karena dianggapnya kurang komersial dan ngepop. Lalu di belakang namanya itu ditambahkannyalah nama ayahnya, Atmowiloto, sehingga namanya menjadi Arswendo Atmowiloto. Arswendo menulis puluhan karya fiksi dan non-fiksi, beberapa karyanya antara lain: Airlangga (1985), Senopati Pamungkas (1986/2003), Canting (sebuah roman keluarga) (1986), Menghitung Hari (1993).
Bambang Budi Utomo, lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1954. Mengenyam pendidikan Arkeologi Universitas Indonesia. Kini peneliti arkeologi yang bekerja pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Mulai bekerja di institusi penelitian tersebut sejak tahun 1982 dengan melakukan penelitian di situs-situs yang terdapat di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat. Sebagai peneliti arkeologi, ia lebih memfokuskan penelitiannya pada kajian Śrīwijaya dan Mālayu dengan pendekatan kajian regional. Konsekuensi dari pendekatan regional adalah melakukan penelitian di berbagai tempat yang mendapat pengaruh Śrīwijaya di Sumatra, Kalimantan Barat, Semenanjung Tanah Melayu, dan Thailand Selatan. Meskipun demikian, perhatian terhadap tinggalan budaya yang sejaman dengan Śrīwijaya (abad ke-8-9 Masehi) di Jawa juga menjadi bahan kajiannya.
Buku-bukunya, antara lain: Pertanggalan dan Arsitektur Bangunan Gedingsuro. Jakarta: Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, 2002; Prasasti-prasasti Sumatra. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, 2007; Pandanglah Laut Sebagai Pemersatu Nusantara (Editor & Penulis). Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 2007; Zaman Klasik di Nusantara: Tumpuan Kajian di Sumatera (tulisan bersama Prof. Dato’ Dr. Nik Hassan Shuhaimi). Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2008; Buddhism in Nusantara. Edisi Inggris, Juni 2008. Surabaya: Buddhist Education Centre; Inskripsi Berbahasa Melayu Kuno di Asia Tenggara (tulisan bersama Prof. Dato’ Dr. Nik Hassan Shuhaimi). Bangi: ATMA University Kebangsaan Malaysia, 2009; Atlas Sejarah Indonesia Masa Klasik (Hindu Buddha) (Penulis). Jakarta: Direktorat Geografi Sejarah, 2010; Kebudayaan Zaman Klasik Indonesia di Batanghari. Jambi: Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jambi, 2011; Atlas Sejarah Indonesia Masa Islam (Penulis). Jakarta: Direktorat Geografi Sejarah, 2011; INDONESIA: My home the Islands, My Yard the Sea (Penulis). Jakarta: Direktorat Peninggalan Bawah Air, 2012.
Karya tulis populernya diterbitkan di Kompas, The Jakarta Post, The Point, Sriwijaya Pos, dan Suara Pembaruan. Juga dapat ditemukan di website budpar, indoarchaeology, arkeologijawa, melayuonline, sriwijaya, paramadina, kompas, tempo dll.
Fendi Siregar adalah dosen di Fakultas Seni, Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Seorang fotografer profesional sejak usia 20, bakatnya telah memenangi berbagai penghargaan nasional dan lomba foto internasional. Fendi menghabiskan dua tahun melintasi Jawa untuk menangkap perjalanan dari banyak karakter yang disebutkan dalam The Centhini Story: The Javanese Journey. Selain itu juga buku Sisi Lain Serat Centhini.
Prof. Drs Jakob Sumardjo, lahir di Klaten, Jawa Tengah, 26 Agustus 1939. Beliau adalah sulung dari tujuh bersaudara, putra P. Djojoprajitno, pensiunan ABRI. Ia menamatkan pendidikan SD Kanisius di Klaten dan Yogyakarta (1953). Kemudian melanjut ke SGB BOPKRI, Yogyakarta (1956) dan SGA BOPKRI, Yogyakarta (1959) serta kuliah di IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta (1962) dan IKIP Negeri, Bandung (1970). Ia mengajar di ITB dan kini sebagai guru besar Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung.
Karya bukunya semenjak tahun 2000-an: Sajak Filsafat Jeihan (2009), Asal Usul Seni Rupa Modern Indonesia (2009) Paradoks cerita-cerita si Kabayan (2008), Ekologi sastra lakon Indonesia (2007), Jeihan, ambang waras dan gila (2007), Estetika Paradoks (2006) Kesusastraan Melayu-rendah masa awal (2004), Hermeneutika Sunda: Simbol-simbol Babad Pakuan/Guru Gantangan (2004), Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia (2004), Setan dan Perempuan (kumpulan cerpen 2004), Mencari Sukma Indonesia: Pendataan Kesadaran Keindonesiaan di Tengah Letupan Disintegrasi Sosial Kebangsaan (2003), Simbol-simbol Artefak Budaya Sunda: Tafsir-tafsir Pantun Sunda (2003), Menjadi Manusia: Mencari Esensi Kemanusiaan Perspektif Budayawan (2001), Seni Pertunjukan Indonesia: Suatu Pendekatan Sejarah (2001), Filsafat Seni (2000).
Langit Kresna Hariadi, lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 24 Februari 1959. Mantan penyiar radio ini dikenal masyarakat luas dengan cerita roman Gadjah Mada yang menceritakan kisah dari Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit. Langit Kresna Hariadi adalah pemilik Satya Lencana Kebaktian Sosial, anugerah Presiden Megawati karena jasa-jasanya yang luar biasa di bidang kemanusiaan. Karya-karyanya, antara lain yang terbit oleh Tiga Serangkai, Gajah Mada: Bergelut dalam Kemelut Tahta dan Angkara, Gajah Mada: Hamukti Palapa, Gajah Mada: Perang Bubat, Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa. Karya-karya yang diterbitkan Langit Kresna Hariadi Production: Candi Murca: Ken Arok Hantu Padang Karautan, Candi Murca: Air Terjung Seribu Angsa, Candi Murca: Murka Sri Kertajaya, Candi Murca: Ken Dedes Sang Ardhanareswari. Kemudian Perang Paregrek 1 dan Perang Paregrek 2.
Muhammad Sholikhin, lahir di Boyolali, Kamis, 31 Agustus 1972 M/21 Rajab 1392 H. Pendidikan yang pernah ditempuhnya antara lain: Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang; Studi Pasca Sarjana (S-2) IAIN Walisongo Semarang; Pondok Pesantren Modern (The Islamic Boarding School) “An-Nida” Salatiga; Pondok Pesantren Salafiyah Hidayatul Mubtadiin Kalibening Salatiga; dan Pendidikan perbandingan agama pada Akademi Teologi Kristen Al-Rachmat, Jakarta. Kini, selain mengelola Pengelola Masjid, majlis mujahadah, pengajian, dan Madrasah “Al-Hikmah” Boyolali, juga pengasuh beberapa Majlis Ta’lim “Ahlussunnah Waljama’ah” di Boyolali. Karya tulisnya berupa artikel, makalah, dan lebih dari 30 buku telah ditulisnya. Bukunya antara lain: Trilogi Syekh Siti Djenar.
Prof. Dr. Mudji Sutrisno, SJ, lahir di Surakarta, 12 Agustus 1954. Dosen STF Driyakara Dosen Pasca Sarjana UI PendidikanSeminari Mertoyudan, Magelang STF Driyakara, Jakarta (1977), Gregoriana University, Roma, Ichigaya Sophia University, Tokyo. Bukunya antara lain Ranah-Ranah Hermeneutika, Ranah-ranah Kebudayaan. Juga, menulis puisi dan membuat sketsa.
Hadi Sidomulyo (Nigel Bullough), lahir di Inggris. Sejak 1972 menulis sejumlah buku maupun artikel menyangkut sejarah dan budaya Indonesia. Karyanya antara lain Discovering East Java (1990), The Glorius Century (1991), Walisongo Pilgrimage (1992), Memories of Majapahit (1994), dan Napak Tilas Perjalanan Mpu Prapanca (2007).
Otto Sukatno CR, lahir di Karanganyar 3 Oktober l965. Selepas dari SMA (l986), melanjutkan Studi di jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (l993) Sewaktu kuliah aktif di berbagai kegiatan mahasiswa seperti SMI (Senat Mahasiswa Institut), Teater Jiwa, Sanggar Shalahuddin, Sanggar Nun serta menjadi Ketua dan Sutradara Teater ESKA, dimana naskah-naskahnya dipentaskan—seperti Kunci Surga, Parlemen Setan, Saru Siku, Jagad Manusia, Sungsang Sarak dll—baik di kampusnya maupun di berbagai acara. Seperti Festival Teater Mahasiswa Nasional (l997) serta Festival Kesenian Yogyakarta (FKY l997).
Ia aktif menulis sejak tahun 1987 dalam dua bahasa (Indonesia dan Jawa) berupa artikel, cerpen, puisi, kolom, resensi buku, naskah drama, novel, buku dan lain-lain di berbagai media masa pusat dan daerah antara lain Kompas, Republika, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Harian Terbit, Kedaulatan Rakyat, Bernas, Minggu Pagi, Wawasan, Suara Merdeka, Solo Pos, Surabaya Post, Suara Pembaharuan, Suara Muhamadiyah, Koran Merapi, Warta NU, Djoko Lodang, Majalah Nona serta berbagai Majalah Mahasiswa dan lain-lain.
Puisi dan tulisannya terkumpul dalam beberapa antologi komunal seperti Nafiri I. Sangkakala, Hijrah, Hafilah Angin, Alif Lam Mim, Aurora Cinta, Lirik-Lirik Kemenangan, Tamansari, Embun Tajjali, Memontum, Puisi Indonesia l997, Begini Begini dan Begitu, Mahaduka Aceh, Musik Puisi. Islam dan Budaya, Majalah Pawon (DKK Yogyakarta), Antologi 3 Bahasa (Indonesia, Inggris, Jerman) Equator, Bukan Sunat Bukan Sihir dan masih banyak lagi.
Ia menjadi konsultan buku dan editor lepas di beberapa penerbit buku ternama Yogyakarta juga menyunting dan menterjemahkan banyak buku antara lain Sufisme Jawa (Bentang, l995), Hikayat Kadirun (Bentang, 2000), Student Hidjo (Bentang, 2000), Paramayoga Ronggowarsito (Terj., Bentang 2001), Dzikir Solusi Alternatif Problem Manusia Modern (Pustaka Pelajar, 2003), Islam dan Terorisme (UCY Press, 2003), Psikologi Suami Istri (Pustaka Pelajar 2005), Poligami (Kreasi Wacana 2006) dan puluhan buku lainnya.
Buku-bukunya antara lain: Mahhabah Cinta (Bentang, 1996) buku pertamanya, menyusul Kitab Makrifat (Bentang, 2002), Seks Para Pangeran (Bentang, 2003). Makrifat Cinta (Antologi Puisi Tunggal: InterBUD dan Arahkata 2003), Pesan Buat Nurani (Kumpulan Cerpen: Mitra Pustaka, 2004),“Dieng Poros Dunia, Menguak Jejak Peta Sorga Yang Hilang” (Ircisod., 2004), Mistik Jawa (LkiS 2005), Mirah Delima Atawa Malam Pertobatan ( Novel;Binar Press, 2005), Ramalan Edan Ranggawarsita. (Pustaka Pelajar: 2006), Mahabbah Cinta (Logung, 2005), Saru Siku; 1998 Jiwa-jiwa yang Menyerah dan yang Kalah (Novel) (Jws Sastra 2005), Santri Nekad (Novel; Pustaka Pesantren 2005), Prahara Bumi Jawa (Jejak 2007), Psikologi Seks ( Aruzz Media, 2008) Mata Air Peradaban: Dua Millenium Wonosobo (LKiS, 2010).
Putu Fajar Arcana, lahir di Negara, Bali tahun 1965. Pernah menjadi koordinatir Sanggar Minum Kopi (SMK) Bali pada awal 90-an yang secara rutin menyelenggarakan Lomba Penulisanjn Puisi se-Indonesia, serta Lomba Baca Puisi de-Bali. Putu berkeliling untuk menjadi juri serta membangkitkan kehidupan sastra di daerah-daerah seputar Bali. Ia menjadi salah satu bidan kelahiran Yayasan CAK sampai kini, serta mengambil inisiatif mendirikan Warung Budaya di Taman Budaya Denpasar tahun 1998. Beberapa kali memenangkan berbagai lomba cerpen dan puisi. Tahun 2002 lalu, ia menjadi salah satu dari 10 cerpenis Terbaik dalam Lomba Menulis Cerpen se-Indonesia yang diselenggarakan Bali Post Denpasar. Ia juga menjadi pemenang utama Lomba Menulis Cerpen se-Indonesia yang diadakan di Kota Batu, Jawa Timur di tahun yang sama. Puisinya masuk nominasi untuk meraih Borobudur Award tahun 1996. Selain itu, naskah sinetronnya keluar sebagai pemenang Sepluhu Terbaik tahun 1993 di Bali. Kini jurnalis Harian Kompas. Novel terbarunya berjudul Gandamayu (2011).
Dr. SENO GUMIRA AJIDARMA, lahir di Boston tahun 1958. Menulis sejak 1974 dan bekerja sebagai wartawan dari 1977. Mulai 1985 bekerja untuk Gramedia Majalah. Menerima sejumlah penghargaan sastra, dan tulisannya diterjemahkan ke berbagai bahasa. Mengajar di Fakultas Film dan Televisi IKJ, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, dan Program Pascasarjana Fakultas Sastra Unpad. Menulis cerita silat Nagabumi yang dimuat harian Suara Merdeka (2007-2009). Setelah terbit sebagai buku masih terus disambung.
Sutrisno Murtiyoso, lahir, besar serta membaca sastra dan cerita silat sejak kelas 4 SD di Parakan. Menyelesaikan pendidikan Teknik Arsitektur di Bandung dan ikut mendirikan Lembaga Sejarah Arsitektur Indonesia pada 1989 serta duduk sebagai pengurus sampai sekarang. Ia banyak terlibat dalam berbagai pertemuan, seminar dan konferensi, baik nasional maupun internasional, dalam bidang Sejarah Arsitektur. Terbitan terakhir adalah Arsitektur dalam Masa Kerajaan Islam, dalam buku Sejarah Kebudayaan Indonesia, Jilid Arsitektur (2010). Bergabung dengan kelompok penggemar Cerita Silat sejak 2003, lalu ikut mendirikan Masyarakat Tjerita Silat pada tahun 2004 dan duduk sebagai Wakil Ketua sejak 2007. Anggota redaksi majalah cerita silat Rimba Hijau (Jakarta) serta bulanan Cersil (Semarang), keduanya telah almarhum, selain menyunting beberapa cerita klasik dan silat terjemahan untuk diterbitkan kembali, termasuk Ziarah ke Barat (2006), atau Xiyouji yang diterjemahkan OKT tahun 1952, Sakit Hati Sedalam Lautan (2007), Kang Lam Hiap Soe (2008). Tahun lalu, 2011, memprakarsai dan mengelola penyelenggaraan Seminar Cerita Silat di Indonesia (Jakarta).
Supratikno Rahardjo, lahir di Cilacap 13 Februari 1958. Pendidikan S-1 tentang sejarah kesenian selesai tahun 1983, jenjang S-2 tentang evolusi perkotan di Indonesia diselesaikan tahun 1991 dan S3 tentang peradaban Jawa selesai tahun 2001, semua di Universitas Indonesia. Minatnya yang luas dalam bidang ilmu-ilmu sosial dan budaya tidak lepas dari pengalaman kerjanya sebagai peneliti di Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Universitas Indonesia sejak tahun 1989 sampai 2007. Di lembaga penelitian tersebut pernah menduduki jabatan pimpinan, yaitu sebagai Sekretaris Eksekutif (2000-2004) dan sebagai Ketua Palaksana Harian (2004-2005).Tulisan-tulisannya yang berkaitan langsung dengan bidang studinya antara lain mengenai sejarah seni, sejarah kebudayaan, sejarah perkotaan, studi peradaban, permuseuman, manajemen sumberdaya budaya (Trowulan, Borobudur, Banten Lama), dan arkeologi bawah air. Beberapa tulisan lain berkaitan dengan masalah-masalah sosial dan budaya antara lain mencakup tata ruang suku dayak, masyarakat transmigran, budaya pariwisata, masalah integrasi bangsa dan pemetaan industri budaya (musik, film, radio dan televisi). Mengajar di Universitas Indonesia sebagai pengajar tetap dan pernah mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta di Jakarta (Institut Kesenian Jakarta, Akademi Perhotelan dan Pariwisata Sahid, Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA, Universitas Paramadina). Pernah mendapatkan penghargaan sebagai peneliti terbaik bidang ilmu-ilmu sastra dan budaya Universitas Indonesia, yaitu pemenang kedua (1986, 1989, 2002), pemenang pertama (1990). Kini sebagai pengajar di Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok.
Dr. G Budi Subanar, SJ, lahir di Yogyakarta pada 2 Maret 1963. Gelar doktornya diraih di Universitas Gregoriana Roma. Buku-bukunya, antara lain: Kilasan Kisah Soegijapranata (2005); “Manunggaling Kawulo Gusti dalam Transisi“ dalam Sesudah Filsasat (2012); Kilasan Kisah Soegijapranata (2012); SOEGIJA, Catatan Harian Seorang Pejuang Kemanusiaan (2012); “Merapi di Mata (Pena) Rama Mangun” dalam Tapak Romo Kir Semangat Budaya Punya Harga Diri, dll. Pernah mengajar di ISI Yogyakarta, UGM, STF Driyakarya. Saat ini Ketua Program Magister Ilmu Religi dan Budaya, Universitas Sanata Dharma, 2010-sekarang.
Taufik Rahzen, lahir di Sumbawa, menghabiskan masa remaja di Jember, menjajal bangku kuliah di Jogjakarta, selanjutnya menjejakkan kaki di Bandung dan Bali. Separuh hidup dihabiskan dengan menziarahi tempat-tempat suci yang jauh: dari Baghdad, Yerusalem, Tibet, ashram-ashram di India, kuil-kuil di Jepang hingga mengkhidmati jejak masa silam yang agung di Sthena. Sekarang tinggal di Jakarta.
Prof. Dr. Teguh Supriyanto, lahir di Banyunmas, 7 Januari 1961. Kini dosen sastra di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang sejak 1990. Pendidikan Doktor Ilmu Sastra ia tempuh di UGM Yogyakarta pada 2006 dengan disertasi berjudul “Hegemoni Terhadap Naga Sasra dan Sabuk Inten Karya SH Mintardja”. Buku-bukunya antara lain, Teks dan Ideologi (2008), Penelitian Stilistika dalam Prosa (2009), Metodologi Penelitian Sastra dan Pengajaran Sastra (proses cetak), Ideologi dan Hegemoni (proses cetak).
Viddy AD Daery atau Drs. Anuf Chafiddi, lahir di Lamongan,Jawa Timur, 28 Desember 1961, menulis puisi, cerpen, novel, artikel/kolom dan naskah drama serta naskah sinetron. Tahun 2000-an, mulai memperjuangkan keberadaan sejarah MAJAPAHIT dan GAJAH MADA di forum-forum kebudayaan di Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand dan Indonesia (Asia Tenggara). Karya-karya novelnya, antara lain Sungai Bening (Grasindo, 2002), Pendekar Sendang Drajat (Alvabet, 2009), Pendekar Sendang Drajat Memburu Negarakertagama (Metamind-Tiga Serangkai, 2011), Pendekar Sendang Drajat Misteri Pengebom Candi Gajah Mada (Metamind-Tiga Serangkai, 2011). Karya-karya Sinetron Viddy AD Daery pada 2011 untuk serial Jejak Wali: Karomah Raden Klowor, Sunan Hadi & Keris Mbah Jimat, Ki Ageng Brondong-Sunan Botoputih. Karya non-fiksinya: Sastera Wadah Integrasi Budaya (DBP Cawangan Sarawak, 2006). Lelaki gaek ini sering diundang sebagai pembaca puisi dan pembicara sastra-budaya di forum-forum pertemuan sastra budaya Asia Tenggara, antara lain: Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Yudhi Herwibowo, telah menulis 27 buku, antara lain: Lama Fa, Perjalanan Menuju Cahaya, Pandaya Sriwijaya, Mata Air Air Mata Kumari, Untung Surapati: sebuah roman sejarah, [un]affair, dll. Pernah memenangkan sayembara cerpen Femina 2005, sayembara novelet Femina 2006 dan sayembara menulis novel inspiratif penerbit Andi Yogyakarta. Pernah diundang dalam Ubud Writer & Reader Festival 2010 dan Wordstorm Festival 2012 di Darwin. Kini aktif sebagai koordinator buletin sastra Pawon, Solo.
Terima Kasih untuk Semua Pihak yang telah mengikuti acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2016 Sampai jumpa… twitter.com/i/web/status/78587…
RT @radiobuku: Penyerahan Sang Hyang Kamahayani Award | Closing Ceremony & Award Nite #BWCF2016 | Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo… https://t.co/aHA66hxmXe
RT @radiobuku: Closing Ceremony & Award Nite dibuka #BWCF2016 @InfoBwcf pic.twitter.com/i1cVEWW2mP
RT @radiobuku: Langit Kresna Hariadi mewakili organisasi profesi penulis Indonesia, bacakan deklarasi hasil musyawarah #BWCF2016… https://t.co/31ihuliFC8
RT @radiobuku: Pembicara keempat sesi "Erotisisme dalam Sastra Indonesia", Dr. Emanuel Subangun bahas dgn padat dari sudut Budaya… https://t.co/sg1JLqzGr6
Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) adalah sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Samana Foundation. Festival ini merupakan wahana berupa forum pertemuan bagi para penulis dan pekerja kreatif serta aktivis budaya pada umumnya dalam kerangka dialog lintas batas dan pemahaman interkultural yang berbasis pada pengembangan dan perluasan pengetahuan atas berbagai khazanah sehingga para kreator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam budaya-budaya tersebut...