Dr. Daud Aris Tanudirjo, M.A. lahir di Klaten, 24 Juli 195. Saat ini ia mengajar di Jurusan Arkeologi pada Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Gajah Mada. Pendidikan doktoralnya ia selesaikan di School of Archaeology and Palaeoanthropology, Australian National University, Canberra pada 2002. Judul disertasinya Island in Between, Prehistory of Northeastern Indonesian Archipelago ia selesaikan pada 2001 (belum diterbitkan). Penelitian terkininya mengenai ratu adil di Gunung Penanggungan.
Dr. Peter B.R. Carey, lahir di Rangoon, Myanmar, pada 30 April 1948. Ia besar dan menyelesaikan pendidikan di Inggris. Ia sebelumnya adalah Laithwaite Fellow dalam Sejarah Modern pada Trinity College, Oxford. Peter telah melakukan studi seumur hidup tentang Pangeran Diponegoro dan awal abad 19 di Jawa. Karya-karyannya antara lain dua jilid Arsip Yogyakarta (1980, 2000), Inggris di Jawa, 1811-1816: Sebuah Kisah Jawa (1992), dan Babad Dipanagara: Sejarah Asal Usul Perang Jawa (1825-1830) (1981). Pada 2012 karyanya yang monumental diterbitkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Kuasa Ramalan, Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855. Dia adalah satu di antara sejarawan Inggris terkemuka dalam pengkajian sejarah Asia tenggara dan telah menerbitkan buku mengenai Birma (Myanmar) dan Timor Timur. Kini ia mengajar di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.
Dr. A. Setyo Wibowo lahir di Ambarawa, Jawa Tengah. Ia adalah dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Pendidikan doktoralnya ia tempuh di Université Paris I – Panthéon Sorbonne. Disertasinya mengenai Plotinos dan Neoplatonisme dengan judul La part de l’homme dans le monde intelligible : la partie non descendue de l’âme humaine chez Plotin et ses critiques néoplatoniciens, berhasil diujikan pada 2007. Karya-karyanya, antara lain Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre (editor) (2011), Mari Berbincang Bersama Platon: Keberanian (Lakhes)(2011).
Dr. Sri Margana, lahir di Klaten, 15 Oktober 1969. Kini ia dosen di Ilmu Sejarah di Universitas Gajah Mada. Pendidikan doktoralnya ia tempuh di Universitas Leiden, Belanda. Karyanya, antara lain Ujung Timur Jawa 1763-1818: Perebutan Hegemoni Blambangan (2012).
Dr. Muklis PaEni, pengajar pasca-sarjana di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Kini ketua Sejarawan Indonesia, Ketua Lembaga Sensor Film Indonesia, dan Dewan Penasehat Asosiasi Tradisi Lisan. Karya-karyanya, antara lain Tapak-tapak Waktu: Kebudayaan, Sejarah, dan Kehidupan Sosial di Sulawesi Selatan (bersama Kathryn Robinson), Nawa-nawa Patuju: Nilai budaya dalam Etos Kerja Bugis, dan Riak di Laut Tawar Kelanjutan Tradisi dalam Perubahan Sosial di Gayo-Aceh Tengah.
Dr. Otto Syamsuddin Ishak dilahirkan di Aceh, 14 oktober 1959. Pendidikan doktoralnya ia tempuh di Universitas Indonesia pada 2011. Sejak 1989 tercatat sebagai pengajar di Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam. Risetnya meliputi revolusi agrikultur, rekonstruksi gender, resolusi konflik Aceh, dan pangkalan-data kebudayaan Aceh pasca-tsunami. Kini tercatat sebagai Ketua Komisi HAM.
Dr. Jean Couteau lahir di Perancis, lama bermukim di Indonesia. Pendidikan doktoralnya ia selesaikan di Universitas Sorbone, Perancis. Ia seorang kurator seni rupa dan pengamat budaya yang kritis. Bukunya, antara lain Bali Today Catatan-Catatan Kebudayaan (edisi 1 dan 2), tentang pelukis Affandi, Srihadi Soedarsono, Walter Spies, Puri Lukisan, Bali Inspires dan lain-lain. Kini ia dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar dan rutin menulis catatan kebudayaan di Harian Kompas.
Dr. Enos H. Rumansara, M,Si, pengajar Antropologi, Universtas Cendrawasih, Jayapura. Pendidikan doktoralnya ia selesaikan di Universitas Indonesia. Ia banyak melakukan riset mengenai kebudayaan Papua, antara lain Transformasi Wor dalam Lingkaran Hidup Orang Biak: Suatu Kajian Antropologi Agama (2001), Pergeseran Nilai Budaya pada Seni Ukir dan Patung Karwar Orang Biak di Biak Papua: Suatu Kajian Antropologi (2007).
Mohamad Sobary, lahir di Bantul, 7 Agustus 1952. Pendidikan terakhirnya diselesaikan di Monash University, Australia. Karyanya, antara lain Kang Sejo Melihat Bulan, Kisah Karna dan Dendam Kita, Singgasana dan Kutu Busuk, Sang Musafir. Kemudian Moralitas Pinggiran, Fenomena Dukun dalam Kebudayaan Kita dan Kebudayaan Rakyat dan Betwen “Ngoyo” and “Nrimo”: Cultural Values and Economic Behavior Among Javenese Migrants Tanjung Pinang. Ia pernah bekerja di LIPI, Antara, dan di Partnership.
Al Makin, Ph.D, adalah peneliti, penulis, dan dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kaliaga. Ia mendapatkan gelar Ph.D dari Universitas Heidelberg, Jerman (2008) dan gelar MA dari McGill University, Kanada (1999). Ia juga peneliti dan dosen tamu di beberapa universitas luar negeri di antaranya: University of Western Sydney, Australia (2014), Heidelberg University, Jerman (2014), Asia Research Institute, National University of Singapore (2011-2012), French Business School ESSEC, Asia Pacific, Singapore (2012), Bochum University, Jerman (2009-2010), McGill University (2009), International Consortium for Religious Studies, and Consortium for the Study of Religions and Cross Cultures, UGM Yogyakarta (sampai kini). Karya-karyanya, antara lain Representing the Enemy Musaylima in Muslim Literature (Peter Lang 2010), dan akan terbit Challenging Islamic Orthodoxy: Accounts of Lia Eden and Other Prophets in Indonesia (Springer), Anti Kesempurnaan: Membaca, Melihat, dan Bertutur tentang Islam (2002), Nabi Palsu, Membuka Kembali Pintu Kenabian (2003) dan Bunuh Sang Nabi: Kebenaran di Balik Pertarungan Setan Melawan Malaikat (2006).
Dr. Budiawan, lahir di Klaten, 24 Maret 1965. Sehari-harinya ia dosen Sekolah Pascasarjana Kajian Budaya & Media, Universitas Gajah Mada. Pendidikan doktoralnya ia peroleh di Southeast Asian Studies Programme, National University of Singapore (NUS). Karya-karyanya, antara lain Mematahkan Pewarisan Ingatan, Anak Bangsawan Bertukar Ingatan, dan Sejarah sebagai Humaniora.
Terima Kasih untuk Semua Pihak yang telah mengikuti acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2016 Sampai jumpa… twitter.com/i/web/status/78587…
RT @radiobuku: Penyerahan Sang Hyang Kamahayani Award | Closing Ceremony & Award Nite #BWCF2016 | Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo… https://t.co/aHA66hxmXe
RT @radiobuku: Closing Ceremony & Award Nite dibuka #BWCF2016 @InfoBwcf pic.twitter.com/i1cVEWW2mP
RT @radiobuku: Langit Kresna Hariadi mewakili organisasi profesi penulis Indonesia, bacakan deklarasi hasil musyawarah #BWCF2016… https://t.co/31ihuliFC8
RT @radiobuku: Pembicara keempat sesi "Erotisisme dalam Sastra Indonesia", Dr. Emanuel Subangun bahas dgn padat dari sudut Budaya… https://t.co/sg1JLqzGr6
Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) adalah sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Samana Foundation. Festival ini merupakan wahana berupa forum pertemuan bagi para penulis dan pekerja kreatif serta aktivis budaya pada umumnya dalam kerangka dialog lintas batas dan pemahaman interkultural yang berbasis pada pengembangan dan perluasan pengetahuan atas berbagai khazanah sehingga para kreator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam budaya-budaya tersebut...