Kamis-Sabtu, 6-8 Oktober 2016
Melibatkan penulis dan para pakar mengenai Serat Centhini dan kitab-kitab klasik, dengan tema utama “Erotisisme dan Religiusitas di Nusantara” yang dibagi dalam beberapa sub-tema.
Tema pertama:
Adalah “Tafsir Serat Centhini” yang membahas berbagai tafsir dari dimensi seksualitas dan religiusitas dalam perspektif kebudayaan Jawa pada umumnya, deskripsi geografis terkait perjalanan para tokohnya, khazanah kuliner yang dibahas dalam kitab ini serta berbagai alih wahana dalam bentuk seni lainnya berupa novel dalam kancah sastra modern.
Tema kedua
adalah “Erotisisme dalam Kitab-kitab Klasik Nusantara”, yang membahas perihal khazanah erotisisme dalam kitab klasik maupun tradisi lisan yang beredar di berbagai budaya di Nusantara dan kaitannya dengan pandangan seksualitas dalam budaya-budaya lokal, di antaranya telaah atas kitab I La Galigo dan tradisi Bissu di Bugis Makassar, Kidung Malat dari Bali serta kitab-kitan klasik dari Sunda, Batak, Padang, dan Papua.
Tema ketiga
adalah “Erotisisme dalam Sastra Indonesia Kontemporer”, yang membahas perihal khazanah erotik dalam sastra Indonesia kontemporer. Apakah karya sastra kontemporer Indonesia yang mengangkat isu seksualitas memiliki hubungan dengan khazanah sastra klasik atau sesuatu yang terpisah? Apa konteks kebudayaan dari kemunculan topik seksualitas dalam sastra Indonesia kontemporer? Apa makna seksualitas dalam kebudayaan kontemporer?
Kamis-Sabtu, 6-8 Oktober 2016
PEMUTARAN FILM
di Hotel Manohara, Borobudur, Megelang, Jawa Tengah, menayangkan film-film yang mengangkat khazanah erotisisme dalam kebudayaan di Nusantara. Setelah pemutaran film dilanjutkan diskusi dengan sutradara.
Terima Kasih untuk Semua Pihak yang telah mengikuti acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2016 Sampai jumpa… twitter.com/i/web/status/78587…
RT @radiobuku: Penyerahan Sang Hyang Kamahayani Award | Closing Ceremony & Award Nite #BWCF2016 | Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo… https://t.co/aHA66hxmXe
RT @radiobuku: Closing Ceremony & Award Nite dibuka #BWCF2016 @InfoBwcf pic.twitter.com/i1cVEWW2mP
RT @radiobuku: Langit Kresna Hariadi mewakili organisasi profesi penulis Indonesia, bacakan deklarasi hasil musyawarah #BWCF2016… https://t.co/31ihuliFC8
RT @radiobuku: Pembicara keempat sesi "Erotisisme dalam Sastra Indonesia", Dr. Emanuel Subangun bahas dgn padat dari sudut Budaya… https://t.co/sg1JLqzGr6
Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) adalah sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Samana Foundation. Festival ini merupakan wahana berupa forum pertemuan bagi para penulis dan pekerja kreatif serta aktivis budaya pada umumnya dalam kerangka dialog lintas batas dan pemahaman interkultural yang berbasis pada pengembangan dan perluasan pengetahuan atas berbagai khazanah sehingga para kreator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam budaya-budaya tersebut...