Sesi ini membicarakan konsep-konsep kekuasaan di Nusantara yang berkaitan dengan fenomena Ratu Adil dan milenarisme yang ada ada di Nusantara. Bagaimana konsep-konsep Ratu Adil dan millenarisme dijadikan pegangan dalam suatu gerakan untuk mengganti tatanan lama dan menggantikan dengan tatanan baru demi kehidupan yang lebih baik.
Pembicara:
Sesi ini memaparkan konsep ratu adil dan praktik-praktik sosialnya di wilayahwilayah Nusantara. Bagaimana konsep ratu adil tersebut tersusun berdasarkan suatu pandangan tertentu dan penjabarannya di tingkat praktis dengan konteks sosial dan kultural tertentu.
Pembicara:
“Pemberontakan di Nusantara”, membahas sejarah pemberontakan yang pernah terjadi di Nusantara dalam kaitannya dengan fenomena milenarisme, kecenderungan ideologis dan agama. Bagaimana berlangsungnya berbagai pergerakan, termasuk gerakan pemberontakan di Nusantara ditinjau dari aspek ideologispolitis dan gerakan keagamaan.
Pembicara:
Terima Kasih untuk Semua Pihak yang telah mengikuti acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2016 Sampai jumpa… twitter.com/i/web/status/78587…
RT @radiobuku: Penyerahan Sang Hyang Kamahayani Award | Closing Ceremony & Award Nite #BWCF2016 | Pendopo Agung Kedaton Ambarrukmo… https://t.co/aHA66hxmXe
RT @radiobuku: Closing Ceremony & Award Nite dibuka #BWCF2016 @InfoBwcf pic.twitter.com/i1cVEWW2mP
RT @radiobuku: Langit Kresna Hariadi mewakili organisasi profesi penulis Indonesia, bacakan deklarasi hasil musyawarah #BWCF2016… https://t.co/31ihuliFC8
RT @radiobuku: Pembicara keempat sesi "Erotisisme dalam Sastra Indonesia", Dr. Emanuel Subangun bahas dgn padat dari sudut Budaya… https://t.co/sg1JLqzGr6
Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) adalah sebuah festival tahunan yang diselenggarakan oleh Samana Foundation. Festival ini merupakan wahana berupa forum pertemuan bagi para penulis dan pekerja kreatif serta aktivis budaya pada umumnya dalam kerangka dialog lintas batas dan pemahaman interkultural yang berbasis pada pengembangan dan perluasan pengetahuan atas berbagai khazanah sehingga para kreator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam budaya-budaya tersebut...